"Bayar Mahal Samba, QPR Kehilangan Akal Sehat"
Direktur Anzhi mengklaim QPR kehilangan akal dengan merekrut Christopher Samba. (Foto: Getty Images)
Direktur Anzhi Makhachkala, German Tkachenko, mengatakan Queens Park Rangers telah "kehilangan akal sehatnya" ketika berani membayar harga selangit untuk transfer Christopher Samba. Samba direkrut oleh QPR yang berada di peringkat terbawah Premier League dengan nilai transfer 14,5 juta euro pada hari terakhir jendela transfer Januari ini.
Manajer QPR, Harry Redknapp, sebelumnya menegaskan Samba mendapat pemotong gaji yang cukup signifikan menyusul kepindahannya ke Loftus Road. Namun, ternyata hal tersebut dibantah Tkachenko. Menurutnya, QPR tetap membayarkan gaji Samba yang hampir sama besar dengan yang didapatkannya di Anzhi.
"Di QPR, dia akan mendapat gaji yang hampir sama besar dengan di Anzhi. Dalam pandangan saya, QPR telah kehilangan akalnya," ungkap dia.
"Semua mengatakan dia lari meninggalkan klub ini. Tapi, itu tidak benar. Dia tidak menekan pihak klub hingga kami menerima tawaran dari QPR untuk 14,5 juta euro, angka yang dibutuhkan dalam kontraknya. Ketika mereka sepakat membayarkan harga rilisnya, kami menangis. Dia menangis," lanjutnya.
Tkachenko pun menambahkan kepindahan Samba kembali ke Inggris tidaklah begitu mengejutkan, mengingat tak adanya jaminan keamanan bagi keluarganya di Rusia. Pasalnya, Anzhi bermarkas di daerah bergejolak Dagestan. (JoPauline)
0 Komentar
Post a Comment