Pidato Antirasialisme Boateng di Acara PBB
Gelandang AC Milan, Kevin-Prince Boateng (Kanan) (Foto: Dok. Daily Mail)
Persatuan Bangsa-Bangsa mengundang gelandang AC Milan, Kevin-Prince Boateng, mendapatkan kehormatan dari Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). Dia diminta untuk menyampaikan pidato antirasial dalam sebuah acara International Day for the Elimination of Racial Discrimination di Jenewa, Kamis (21/3).
Januari lalu, Boateng meramaikan berita utama di banyak media Italia. Pemain berkebangsaan Ghana tersebut melakukan walk out saat membela Milan akibat perlakuan rasialis dari para pendukung Pro Patria dalam sebuah laga uji coba.
"Para hadirin, kita berada pada 2013 dan rasialisme masih ada di tengah kita dan menjadi masalah," seru Boateng, seperti dilansir Guardian . "Rasialisme adalah hal nyata, itu masih ada di sini dan saat ini."
Boateng sadar, usaha memerangi rasialis tidak semudah membalikkan telapak tangan. "Tidak ada vaksin untuk memerangi hal ini dan antibiotik yang berguna. Itu virus yang berbahaya dan menular yang memperkuat perbedaan dan kelambanan dalam beraksi," ujarnya.
Menurutnya, aksi rasialis mirip dengan kasus malaria yang banyak terjadi di tanah kelahirannya. Meski begitu, pemain berusia 26 tahun tersebut menegaskan, tidak ada tempat bagi aksi rasialis di sepak bola.
"Saat bermain bagi Ghana, aku belajar bagaimana melawan malaria. Vaksin sederhana tidak cukup. Anda harus mengeringkan daerah yang terinfeksi di mana induk penyakit berkembang biak," katanya.
"Aku pikir rasialisme dan malaria memiliki banyak persamaan. Kita tidak bisa membiarkan hal ini terjadi luput dari perhatian. Stadion sepak bola, sama seperti tempat lain, penuh dengan banyak orang muda. Jika tidak melawan ketidakpedulian, kita bisa terjangkit penyakit paling berbahaya," imbuhnya. (Yosua)
0 Komentar
Post a Comment